HIJAB, CARA BERPAKAIAN SYAR’I

Sekarang ini, sering kita dengar tentang istilah hijab fashion, hijab shop, dan hijab tutorial, yang semua itu merujuk pada penyebutan kerudung (khimār). Sesungguhnya, hijab bukan hanya sebatas kerudung, melainkan cara berpakaian yang pantas yang sesuai dengan tuntunan agama (syar’i). Itu artinya, berhijab—memakai kerudung dan jilbab (pakaian luar yang menutup aurat)—juga ada aturannya. Tidak boleh sembarang, seperti terlalu ketat dan menerawang, atau dimodifikasi sedemikian rupa dengan alasan fashion.

Aduh, jadi ribet donk, nggak bisa gaya pakai kerudung dan jilbab?

Justru sebaliknya, sangat simple. Karena sesungguhnya Islam tidak pernah mengajarkan penggunaan kerudung yang ribet; dililit sana dililit sini, ditambah pita, dan lain-lain. Aturannya hanya, gunakan kerudung yang menutup kepala, leher, sampai sebatas dada. Sederhana, kan?

Soal nggak bisa gaya atau berekspresi, jawabannya bisa mengutip sepenggal bagian novel Ratu yang Bersujud, karya Mahdavi. Di sana disebutkan bahwa hijab bagi seorang muslimah sesungguhnya adalah sebuah bentuk pembebasan.

Bayangkan, berapa banyak perempuan yang sehari-hari hidupnya dipenuhi pikiran hijab style apa yang sedang tren, besok pakai eye-liner warna apa, dan lain sebagainya. Dengan berhijab sesuai syar’i kita tak perlu pusing memikirkan hal-hal semacam itu. Dan kecantikan seorang perempuan akan terpancar secara alami dari inner-beauty yang menguar dari aura berpakaian yang pantas, santun, dan sederhana. Jadi jangan takut, kamu akan tetap kelihatan cantik alami dengan berhijab, Gals! [AND/HP]

This entry was posted in Ratu yang Bersujud, artikel, dari Redaksi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>